BeritaRabu, 28 Oktober 2009
Sebelum kita membaca tiga refleksi yang ditulis oleh tiga dari tujuh guru di Program Kelas Bahasa yang dilakukan oleh YPR bersama-sama dengan Perpustakaan Bumen, saya ingin menyampaikan sekelumit perkenalan singkat. Dimulai dengan suatu kebutuhan untuk belajar bahasa asing bagi orang-orang kampung, kami mengadakan program ini bersama dengan konsep pendidikan alternatif dan pengajaran kritis tetapi menggunakan metode yang menyenangkan dan 'meng-kampung'. Kami berpendapat bahwa dengan belajar tentang bahasa-bahasa lain, itu berarti bahwa kita juga belajar tentang budaya Negara lain dan perbedaan-perbedaan lainnya. Jadi, dengan belajar semua perbedaan, diharapkan bahwa kita akan menghormati budaya lain dan menerima perbedaan sebagai cara untuk memperluas pola pikir kita dan memperkaya keragaman kita. Jika kita mulai konsep ini kepada anak-anak sebagai benih generasi masa depan, kami percaya bahwa tidak akan ada lagi perselisihan dan kesalahpahaman yang menyebabkan konflik dan perang hanya karena kita berbeda. Komentar Pembaca:
Sabtu, 24 April 2010 - 00:10:23
Je crains que ça soit dur à avaler 3 culture en même temps. Déjà quant on voit la diférence culturelle entre la France et le Japon. Et en plus nous français qui nous nous croyons supérieur à la terre entière n'a pas arranger la bonne entente avec nos voisin les anglais hihi...
Bref... y'a du chemin, mais c'est loin d'être une mauvaise idée. Sabtu, 24 April 2010 - 00:11:36
Je crains que ça soit dur à avaler 3 culture en même temps. Déjà quant on voit la différence culturelle entre la France et le Japon. Et en plus nous français qui nous nous croyons supérieur à la terre entière n'a pas arranger la bonne entente avec nos voisin les anglais hihi...
Bref... y'a du chemin, mais c'est loin d'être une mauvaise idée. http://www.japon-pour-tous.com |