Bahasa Indonesia | English | French
 

Berita

Rabu, 28 Oktober 2009

Sebelum kita membaca tiga refleksi yang ditulis oleh tiga dari tujuh guru di Program Kelas Bahasa yang dilakukan oleh YPR bersama-sama dengan Perpustakaan Bumen, saya ingin menyampaikan sekelumit perkenalan singkat.

Dimulai dengan suatu kebutuhan untuk belajar bahasa asing bagi orang-orang kampung, kami mengadakan program ini bersama dengan konsep pendidikan alternatif dan pengajaran kritis tetapi menggunakan metode yang menyenangkan dan 'meng-kampung'. Kami berpendapat bahwa dengan belajar tentang bahasa-bahasa lain, itu berarti bahwa kita juga belajar tentang budaya Negara lain dan perbedaan-perbedaan lainnya. Jadi, dengan belajar semua perbedaan, diharapkan bahwa kita akan menghormati budaya lain dan menerima perbedaan sebagai cara untuk memperluas pola pikir kita dan memperkaya keragaman kita. Jika kita mulai konsep ini kepada anak-anak sebagai benih generasi masa depan, kami  percaya bahwa tidak akan ada lagi perselisihan dan kesalahpahaman yang menyebabkan konflik dan perang hanya karena kita berbeda.

Oleh karena itu, kami menciptakan tiga kelas bahasa, yaitu Kelas Bahasa Inggris, Kelas Bahasa Perancis, dan Kelas Bahasa Jepang. Program ini direncanakan untuk berjalan selama dua bulan sebagai media untuk memperkenalkan keterampilan dasar dan budaya kepada orang-orang kampung, terutama bagi para pemuda dan anak-anak.

Ketika bahan pembelajaran sudah siap, kelas sudah diset, dan walhasil, para guru pun semakin sibuk. Diputuskan bahwa Kelas Bahasa Prancis dijadwalkan pada hari Rabu malam, Kelas Bahasa Jepang pada hari Kamis malam, dan Kelas Bahasa Inggris pada hari Minggu sore.

Sebagai sebuah tim, kadang-kadang kami berbagi masalah yang sama, namun segera kami dapat mengatasinya dengan membahas hal itu bersama sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi kadang-kadang kita juga mengalami hal-hal lucu selama proses kami di Bumen. Seperti apa yang terjadi di Kelas Bahasa Perancis ketika peserta didik sering ‘kepleset’ lidahnya demi mengucapkan beberapa kosakata Perancis, atau tentang kasus onigiri, karena beberapa peserta didik menderita diare setelah makan onigiri (makanan Jepang yang terbuat dari beras dan daging ayam dibungkus rumput laut) . Namun, saya, sebagai koordinator Kelas Bahasa Inggris, secara pribadi menemukan hal tersebut begitu mengejutkan pada awalnya, tetapi menakjubkan pada akhirnya ketika ada 30 siswa di kelas saya! Padahal dalam bayangan saya, Kelas Bahasa Inggris tidak akan lebih dari 15 siswa! Ternyata malah ada 30 murid!

Terakhir, saya, atas nama semua Program Kelas Bahasa di Bumen, menyampaikan banyak terima kasih kepada semua siswa dari tiga kelas, Muda Mudi Bumen (Ayu, Dedy, Marwan, dan Dian), guru-guru 'gila'  (Ida , Irma, Monika, Sarah, Yona), dan untuk teman-teman yang paling setia, Andy Blackmore alias Suwandi, Rere dan terakhir tapi bukan tidak penting untuk Mbak Tri.

Sampai ketemu lagi di program lain! 

-invani -


Tim:
1. Kelas Bahasa Perancis: Irma dan Ida
2. Kelas Bahasa Jepang: Monika, Sarah, dan Yona
3. Kelas Bahasa Inggris: Invani dan fasilitator (Andy Suwandi, Rere, Ayu, Dedy dan Marwan)

Bookmark and Share       versi PDF     versi cetak
 
Komentar Pembaca:
Sabtu, 24 April 2010 - 00:10:23
Je crains que ça soit dur à avaler 3 culture en même temps. Déjà quant on voit la diférence culturelle entre la France et le Japon. Et en plus nous français qui nous nous croyons supérieur à la terre entière n'a pas arranger la bonne entente avec nos voisin les anglais hihi...

Bref... y'a du chemin, mais c'est loin d'être une mauvaise idée.
Sabtu, 24 April 2010 - 00:11:36
Je crains que ça soit dur à avaler 3 culture en même temps. Déjà quant on voit la différence culturelle entre la France et le Japon. Et en plus nous français qui nous nous croyons supérieur à la terre entière n'a pas arranger la bonne entente avec nos voisin les anglais hihi...

Bref... y'a du chemin, mais c'est loin d'être une mauvaise idée.

http://www.japon-pour-tous.com
Name:
E-mail:
Website: (optional)
Comment 
Security Code  ycwht =
 
Warta Kampung Online
Banner WK  lama